apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung
apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung

Apakah Asuransi Bisa Digunakan Untuk Mencari Untung?

Banyak sekali masyarakat yang masih menanyakan apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung? Tentu saja hal ini masih menjadi pertanyaan bagi anda yang belum sepenuhnya memahami asuransi seperti apa.

Jika anda sebagai orang yang tidak menggunakan asuransi untuk perlindungan diri, tentunya anda akan bertanya-tanya. karena, Sebagian orang beranggapan asuransi itu berwujud seperti tabungan, yang sewaktu-waktu bisa diambil uangnya jika dibutuhkan. Nyatanya, bukan loh!

Banyak dari masyarakat Indonesia yang belum menggunakan asuransi. Di artikel ini akan dijelaskan jenis asuransi, fungsi dan manfaat serta, apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya ya!

Asuransi Itu apa?

Tentunya masyarakat Indonesia sudah mengenal apa itu asuransi, meskipun tidak semua orang akan tahu akan hal ini. Jika anda belum memahami apa itu asuransi, asuransi adalah bentuk perjanjian antara dua pihak.

Dua pihak yang dimaksud adalah pihak perusahaan asuransi (pihak penanggung) dan anda sebagai nasabah asuransi (pihak tertanggung). Dikarenakan ada perjanjian ini, anda sebagai pihak tertanggung memiliki tanggung jawab untuk membayarkan sejumlah premi.

Pembayaran premi disesuaikan dengan perjanjian. Sedangkan bagi pihak penanggung, memiliki tanggung jawab untuk memberikan ganti rugi. Ganti rugi diberikan jika terjadi risiko yang dialami anda sebagai pihak yang tertanggung, dan disesuaikan dengan perjanjian.

Asuransi ini memiliki beberapa jenis. Diantaranya adalah asuransi Kesehatan, asuransi jiwa, asuransi Perjalanan, asuransi penyakit kritis dan lain-lain. Setiap asuransi memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing. Serta, dapat memberikan keuntungan bagi nasabahnya.

So, dari memiliki asuransi, apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung

Fungsi Asuransi

Sebelum membahas tentang Apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari keuntungan, artikel ini akan membahas fungsi asuransi. Asuransi memiliki fungsi yang dibagi menjadi tiga, yaitu fungsi primer, fungsi sekunder dan fungsi tambahan lainnya. 

Untuk bisa membedakan ketiga fungsi tersebut simak lebih lanjut ya!

1. Fungsi Primer

Fungsi primer asuransi secara umum berkaitan dengan nasabah secara langsung. Fungsi primer asuransi ada tiga jenis, yaitu:

  • Fungsi pengalihan risiko (risk transfer)

Artinya, anda sebagai pemilik asuransi bisa mengalihkan risiko kepada perusahaan asuransi yang bisa memberi ganti rugi dan pertanggungan.

  • Fungsi wadah dana Bersama (the common pool)

Perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung punya tugas untuk menghimpun dana melalui pembayaran premi untuk pengalihan risiko lewat pembayaran klaim.

  • Fungsi penjamin keseimbangan premi dengan perlindungan (equitable premiums)

Asuransi memperhitungkan segala risiko yang ditanggung, agar premi yang dibayarkan tidak terlalu mahal bagi anda sebagai nasabahnya.

2. Fungsi Sekunder

Fungsi sekunder ini tidak berkaitan langsung dengan nasabah, diantaranya fungsinya adalah:

  • Memungkinkan adanya kegiatan ekspor secara tidak langsung. Karena, pastinya ada pengiriman barang ekspor ke mancanegara yang menggunakan produk asuransi.
  • Bidang jasa keuangan akan dibantu dalam pertumbuhan ekonominya. Dengan melalui kegiatan menabung, jual beli, investasi dan pengendalian kerugian.

3. Fungsi Tambahan

Fungsi tambahan yang dimaksud adalah sebagai sumber dana investasi melalui premi yang sudah terkumpul. Atau sering juga disebut sebagai investment fund dan sebagai pendapatan jasa (invisible earnings).

Manfaat Asuransi

Setiap asuransi memiliki keuntungan bagi nasabahnya, namun, apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung? Belum tentu juga demikian, karena setiap asuransi memiliki manfaatnya masing-masing sesuai dengan jenis asuransinya. 

Berikut ini penjelasan beberapa manfaat asuransi sesuai dengan jenis asuransinya.

1. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa ini memberikan manfaat uang pertanggungan dari risiko kematian. Tujuan asuransi jiwa ini supaya ahli waris dapat tetap mendapatkan kehidupan yang layak setelah yang tertanggung meninggal dunia.

2. Asuransi Kecelakaan Diri

Asuransi kecelakaan diri ini memberikan manfaat tanggungan jika nasabah mengalami kecelakaan. Tanggungan ini berupa biaya rawat atau biaya pertanggungan jika nasabah meninggal dunia atau cacat tetap akibat kecelakaan.

3. Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan ini memberikan manfaat pertanggungan pembayaran biaya rumah sakit. Jika nasabah mengalami sakit dan harus dirawat di rumah sakit ataupun rawat jalan, maka asuransi Kesehatan ini akan berguna.

4. Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis akan menanggung biaya perawatan untuk penyakit khusus yang kritis seperti, jantung, kanker, tumor, stroke dan lain-lain.

5. Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan akan memberikan manfaat perlindungan yang berkaitan dengan perjalanan nasabah. Mulai dari keterlambatan moda transportasi, risiko kecelakaan, kehilangan bagasi dan lain sebagainya.

6. Asuransi Kendaraan

Asuransi kendaraan akan memberikan manfaat pertanggungan terhadap kerusakan yang disebabkan beberapa faktor risiko hingga penggantian unit yang baru.

Jika anda masih bingung dan ragu untuk memiliki asuransi yang mana, kembali lagi sesuaikan dengan kebutuhan anda. Selain itu, sesuaikan juga dengan kemampuan finansial anda juga yah! Jika sudah punya asuransi, apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung?

Apakah bisa mencari keuntungan lewat asuransi?

Apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari keuntungan? Dari sekian banyak pertanyaan tentang asuransi, sepertinya ini salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan. Tentu saja jawabannya tidak. Karena, asuransi bukan tabungan yang bisa diambil kapan saja.

Produk asuransi berbeda dengan produk tabungan, yang mana jika tabungan anda masih bisa menarik uang yang sudah anda bayarkan. Berbeda dengan asuransi, karena asuransi berupa tanggung jawab yang memberikan pertanggungan bagi anda akibat risiko yang anda timpa.

Sehingga, anda sebagai pihak yang tertanggung tidak berkewajiban menerima keuntungan melebihi kerugian yang anda alami melalui asuransi. Sebagai contoh, perusahaan asuransi pasti akan mencegah anda sebagai seorang nasabah untuk memiliki banyak polis asuransi.

Lalu, ditambah dengan tujuan anda supaya sebagai nasabah akan mendapatkan banyak keuntungan dari banyaknya polis yang anda miliki. Namun, anda mendaftarkan dengan data palsu ketika melakukan klaim.

Namun, bukan berarti anda sebagai nasabah tidak bisa mendapatkan keuntungan. Anda sebagai nasabah asuransi tetap mendapatkan keuntungan dari polis asuransi yang dibeli. Dengan keuntungannya berupa pertanggungan yang bisa diklaim sesuai dengan ketentuan.

Jika anda membeli asuransi, anda sebagai nasabahnya akan mendapatkan perlindungan dengan nilai yang bisa lebih besar dari premi yang anda bayar. Selain itu, jika ada risiko yang terjadi, kerugian akan ditanggung oleh pihak asuransi.

Kesimpulan

Pada dasarnya, asuransi bukan seperti tabungan yang bisa diambil dalam bentuk uang kapanpun jika anda sudah membayarkannya. Asuransi hanya bertanggung jawab pada anda dalam memberikan perlindungan terhadap risiko yang mengancam anda.

Sehingga, pihak asuransi yang akan mengcover semua biaya kerugian yang anda alami sebagai nasabahnya. Anda juga mendapatkan keuntungan yaitu dapat ganti rugi atau risiko yang terjadi dan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi juga.

Jika anda sebagai nasabah asuransi memiliki asuransi unit link juga bisa dapat manfaat investasi dari premi yang anda bayarkan. Jika anda bertanya, kapan bisa merasakan manfaat dari asuransi yang anda bayarkan?

Maka, anda bisa merasakan ketika pihak tertanggung atau anda mendapatkan risiko. Misalnya jika anda sakit, mengalami kecelakaan, meninggal dunia atau faktor risiko lainnya. 

Jadi, sudah jelas yah, jawabannya adalah ‘tidak’! Jika anda bertanya apakah asuransi bisa digunakan untuk mencari untung? Dengan adanya artikel ini, semoga anda lebih paham tentang asuransi, fungsi dan manfaat hingga keuntungan menggunakan asuransi.