apakah naik turun tangga bisa menurunkan berat badan

Apakah Naik Turun Tangga Bisa Menurunkan Berat Badan?

Banyak yang tidak menyadari salah satu aktivitas keseharian merupakan bentuk olahraga, yaitu naik turun tangga. Jika dikatakan sebagai bentuk olahraga apakah naik turun tangga bisa menurunkan berat badan.

Berat badan yang berlebih dapat beresiko menimbulkan penyakit jantung, obesitas, diabetes dan masalah kesehatan lainnya. Ketika kita akan berolahraga sebagian jenis olahraga membutuhkan peralatan, namun tidak dengan olahraga jalan kaki dan naik tangga. 

Aktivitas keseharian seperti jalan kaki dan naik tangga dapat membantu proses pembakaran kalori yang telah didapat dari konsumsi makanan sebagai sumber tenaga. Namun jika dibandingkan, naik tanggalah yang paling banyak membakar kalori. 

Kelebihan aktivitas yang termasuk kedalam olahraga ini merupakan sesuatu yang dapat dilakukan dalam kondisi cuaca apapun.

Aktivitas naik tangga memiliki banyak manfaat kesehatan karena melibatkan hampir semua bagian tubuh, seperti otot perut, tulang belakang, kaki, lutut, dan pergelangan kaki. Manfaat lainya apakah naik turun tangga bisa menurunkan berat badan?

Manfaat Naik Turun Tangga Untuk Meningkatkan Kesehatan Tubuh

Berikut adalah beberapa manfaat menyehatkan yang bisa Anda peroleh dari kegiatan naik turun tangga:

1. Menurunkan Berat Badan 

Pertanyaan mengenai apakah naik turun tangga bisa menurunkan berat badan akan kami jelaskan. Bahwasannya aktivitas naik turun tangga merupakan bentuk latihan fisik yang memiliki manfaat aerobik sangat besar.

Setiap menaiki atau menuruni satu langkah anak tangga, bisa memproses hingga sekitar 0,06 sampai 0,17 kalori. Jika dilakukan setengah jam di setiap harinya, dipastikan akan membakar cukup banyak kalori yang secara bertahap akan membantu menurunkan berat badan. 

Tingkat proses pembakaran kalori paling tinggi adalah menaiki atau menuruni tangga, dibandingkan dengan berjalan ataupun berlari.

2. Meningkatkan Kekuatan Jantung dan Paru-Paru

Naik turun tangga memiliki manfaat pada kesehatan jantung dan paru-paru. Aktivitas ini merupakan latihan kardio yang merupakan bentuk latihan untuk meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Aliran darah dan oksigen menjadi lancar ke seluruh bagian tubuh.

Orang yang sering beraktivitas naik turun tangga terhindar dari resiko penyakit jantung dan paru-paru.

3. Meningkatkan Kekuatan Otot dan Tulang

Aktivitas naik turun tangga seluruh bagian tubuh secara otomatis akan ikut bergerak aktif. Pergerakan di seluruh bagian tubuh akan membantu otot dan tulang menjadi lebih sehat dan kuat. 

Tulang yang kuat dibuktikan dengan kepadatannya, dengan begitu tak perlu khawatir resiko osteoporosis. 

4. Meningkatkan Kesehatan Otak

Kebiasaan aktivitas naik turun tangga ternyata baik untuk mengoptimalkan kesehatan otak. Seseorang yang sering naik turun tangga mengalami penuaan otak lebih lambat. 

Oleh karena itu naik turun tangga dapat meningkatkan kesehatan otak, seperti daya ingat akan jauh lebih baik dan terhindar dari kepikunan. 

5. Menghindari Resiko Stroke

Stroke diakibatkan oleh saluran darah dan oksigen tersumbat atau pecah, yang kemudian tidak dapat disalurkan ke semua bagian tubuh. 

Dengan kebiasaan aktivitas naik tangga dapat menghindari penyebab resiko terjadinya stroke. Apalagi jika dilakukan 3-6 kali dalam satu minggu.

6. Menjaga Kesehatan Mental

Ternyata naik turun tangga akan membuat tubuh melepaskan hormon endorfin. Perasaan tenang dan senang akan memperbaiki suasana hati, kemudian akan mudah juga terhindar dari stres yang diakibatkan oleh aktivitas yang lain.

Apakah naik turun tangga bisa menurunkan berat badan? Faktanya tidak hanya dapat menurunkan berat badan, namun memiliki berbagai manfaat yang lainnya, seperti kesehatan jantung, paru-paru, otak, mental, dan terhindar dari stroke.

Naik turun tangga memang merupakan aktivitas keseharian yang menyehatkan untuk tubuh, akan tetapi jangan sampai ketika sering melakukannya justru akan mengalami dehidrasi. Minum air putih setelah melakukan aktivitas naik turun tangga dapat mencegah dehidrasi.