Cara Membaca Grafik dalam Trading Crypto

Cara Membaca Grafik dalam Trading Crypto

Bagi yang memiliki minat terjun ke dunia crypto, membaca grafik merupakan keterampilan yang mutlak harus dikuasai. Ada banyak model analisa yang bisa digunakan untuk membaca grafik kripto. Berikut beberapa model analisa teknis dan cara membaca grafik dalam trading crypto.

Grafik Candlestick

Jika Anda tertarik dengan model analisa yang satu ini, berikut penjelasannya:

Penjelasan Grafik Candlestick

Candlestick ini merupakan cara membaca grafik dalam trading crypto yang saat ini cukup populer digunakan. Dalam analisa ini sebuah grafik berbentuk candle (lilin) dijadikan indikasi pergerakan harga aset selama waktu tertentu. Pada setiap harga penutupan, setiap lilin akan menunjukan harga pembukaan.

Harga pembukaan terdiri dari harga terendah dan tertinggi pada satu periode. Pada setiap lilin dalam periode ini juga disertai dengan harga penutupan.

Lilin dalam candlestick ini memiliki warna merah dan hijau. Dan pada tiap badan lilin menunjukan perbedaan harga pembukaan dan penutupan. 

Membaca Warna Candlestick

Pada lilin ini juga disertai bayangan, yang menunjukan tinggi dan rendahnya harga penutupan masing-masing. Cara membaca grafik dalam trading crypto ini mudah. Untuk lilin hijau: bayangan atas menunjukan penutupan harga, sedangkan bayangan bawah lilin merupakan harga terbuka. 

Sedangkan untuk lilin merah berlaku sebaliknya, bayangan atas merupakan harga terbuka dan bayang bayah harga penutupan. Setiap pola yang berbeda dari lilin ini akan dapat membantu cryptocurrency trader dalam memprediksi bagaimana laju perkembangan pasar.

Membaca Pola Candlestick

Ada beberapa cara membaca pola pada candlestick, berikut penjelasannya:

1. Three Inside Up/Down Candlestick Patterns

Pola ini memiliki arti:

  • Saat pasar dibuka, penjual yang akan melakukan kendali dan bisa menurunkan harga
  • Di akhir periode penjualan, pembelian kembali akan mendorong harga naik lebih tinggi.
  • Pada saat pembelian kembali sangat kuat, harga penutupan diakhiri di atas harga pembukaan.
  • Cara membaca grafik Cryptocurrency pola palu menunjukkan pembalikan bullish, yang berarti pembeli datang ke pasar.

2. Engulfing Bullish Pattern 

Pola ini memiliki arti:

  • Pola ini menunjukan penjual memegang kendali pada candle bearish
  • Ada saat bullish memukul balik dan melebihi bearish
  • Cara membaca grafik dalam trading crypto: pola ini pembelian yang dilakukan para trader mengungguli penjual. Sehingga, terjadi sebuah pola harga yang lambat laun menguat.

3. Morning Star Candlestick Pattern 

Pola ini memiliki arti:

  • Pada candle pertama harga penutupan rendah sehingga penjual dapat memegang kendali 
  • Pada pola kedua menunjukan bahwa pembeli dan penjual banyak yang melakukan pembatalan
  • Pola ketiga pada morning star menunjukan pembeli mengambil alih sepenuhnya dan melakukan penutupan harga yang lebih tinggi
  • Pola morning star ini pada umumnya menunjukan bahwa pasar dalam keadaan bullish, dimana penjual melakukan perjuangan harga habis-habisan dan kewalahan dengan adanya pembelian

4. Shooting Star Pattern 

Pola ini memiliki arti:

  • Pembeli menjadi pengendali saat pasar dibuka dan mendorong harga jadi naik tinggi. 
  • Pada penutupan, terdapat tekanan jual yang cukup besar dari bearish
  • Masa penjualan ini sangat kuat sehingga membanjiri bull.
  • Cara membaca candlestick pola ini menunjukan pembalikan bearish, dimana penjual datang dengan dorongan kuat ke pasar.

5. Bearish Engulfing Pattern 

Pola ini memiliki arti:

  • Pembeli yang memegang kendali pada candle pertama.
  • Namun, penjual-lah yang akhirnya mengambil alih 
  • Pada waktu tersebut, penjualan sangat kuat sehingga pasar mengalami penutupan lebih rendah dari batas terendah candle sebelumnya
  • Cara membaca grafik dalam trading crypto: pola ini menunjukkan bahwa penjual telah membuat pembeli kewalahan dan pembeli jadi pengendali harga

6. Evening Star Pattern 

Pola ini memiliki arti:

  • Candle pertama menunjukkan bahwa pembeli menjadi pengendali kendali dengan penutupan harga lebih tinggi.
  • Pada candle kedua menunjukan terjadinya kebuntuan antara bullish dan bearish
  • Candles ketiga menunjukkan bahwa masa berlakunya bullish telah habis dan di sini penjual lebih menguasai pasar
  • Pola ini menunjukkan bahwa pembeli memiliki kendali lemah dan penjual menjadi pemegang kendali saat itu

Support dan Resistance

Analisis teknis support dan resistance atau dukungan dan perlawanan ini merupakan analisa yang menggunakan analisa pada tingkat harga aset yang telah ditentukan.

Untuk lebih memahami level support dan resistance, perlu ketahui terlebih dahulu prinsip cara membaca grafik dalam trading crypto.

Prinsip Analisa Support dan Resistance

Untuk cara membaca grafik dalam trading crypto analisa support dan resistance, hal yang harus diperhatikan di sini adalah peserta pasar. Ada tiga jenis peserta pasar utama menurut analisa ini yang memegang kunci dalam melakukan analisa.

Peserta pasar tersebut adalah pedagang yang akan lama menjual karena menunggu harga naik; pedagang yang akan kekurangan koin dan menunggu harga jatuh; pedagang yang tidak mengetahui arah dan masih belum menentukan jual atau beli.

Dari tiga jenis peserta pasar yang telah ditentukan dapat digunakan sebagai cara membaca trend harga akan naik atau turun. Terdapat dua kategori kecenderungan pelaku pasar sebagai berikut:

Kenaikan Harga dari Support

Ketiga harga mengalami dukungan naik, ketiga peserta bereaksi secara berbeda dengan cara:

  • Pedagang yang lama akan mencoba menambahkan lebih banyak pada posisi mereka, dengan asumsi jika harga turun ke level support yang sama.
  • Pedagang yang kekurangan kemungkinan akan mencoba untuk membeli lebih banyak sebagai upaya menyamakan harga mencapai level support lagi.
  • Pedagang yang masih belum memiliki keputusan mungkin ingin menunggu sampai harga kembali pada level support.

Penurunan Harga Melalui Support

Penurunan harga bisa terjadi melalui level support sementara juga memenuhi support di level lain. Pada keadaan ini level support yang asli mengalami resistensi. Dalam keadaan ini ketiga peserta trading Cryptocurrency akan bertindak sebagai berikut:

  • Pedagang yang membeli terlalu lama kali ini memilih untuk menunggu harga mengalami kenaikan ke level support asli. Lalu ada kecenderungan menjual aset untuk meminimalisir kerugian.
  • Penurunan harga ini menjadi permainan pedagang pendek yang bertujuan menambahkan lebih banyak aset pada posisi mereka.
  • Pedagang yang belum mengambil keputusan, saat ini akan membuat keputusan untuk melakukan short.

Menganalisa Kecenderungan Emosi

Pada dasarnya analisa support dan resistance ini lebih pada menganalisa kecenderungan emosi pelaku pasar. Grafik harga merupakan representasi grafis, dimana saat harga jatuh ke level support, ada kecenderungan umum yang dilakukan oleh ketiga pelaku dalam trading ini. 

Pada saat harga jatuh pedagang panjang lebih cenderung membeli aset untuk menambah posis. Sedangkan pedagang pendek cenderung untuk membeli lebih banyak sebagai usaha memperbaiki kerugian. Pada saat harga naik, pedagang akan menjual aset supaya sebagai antisipasi kerugian. 

Untuk melihat bagaimana level support dan resistance ini bekerja diperlukan keterampilan dalam membaca kecenderungan yang akan mempengaruhi harga ini. Kecenderungan pada analisa ini bisa jadi acuan cara trading crypto bagi pemula.

Penutup

Cara membaca grafik dalam trading crypto di atas hanya sebagian dari berbagai jenis analisa teknis yang bisa digunakan untuk memprediksi pergerakan dalam trading Cryptocurrency. Bagi pemula membaca mungkin akan sedikit sulit dalam membaca grafik untuk proses analisa.

Namun sebagai bagian dari keterampilan, kemampuan membaca grafik analisa teknis ini akan semakin bagus sejalan dengan waktu. Seperti kata pepatah berlatih adalah kunci kesuksesan. Jadi agar bisa lebih mahir melakukan, latihan mutlak harus dilakukan.