membangun kemampuan anak dalam mengelola emosi

Cara Membangun Kemampuan Mengelola Emosi Pada Diri Anak

Anak-anak yang belajar mengelola emosi mereka mendapat manfaat dalam banyak hal. Kebanyakan ahli setuju bahwa ketika anak-anak mengembangkan keterampilan untuk menangani emosi mereka, mereka bergaul dengan lebih baik dengan orang lain, berbuat lebih baik secara akademis, dan merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Anak-anak yang berhasil mengendalikan emosinya juga lebih baik dalam memperhatikan, fokus, dan memiliki perilaku impulsif yang lebih sedikit.

Ciri Penting Perkembangan Emosi Pada Anak

Belajar tentang perasaan sendiri

Orang tua dapat membantu dengan berbicara dengan anak-anak mereka tentang perasaan. Memberi tahu anak-anak bagaimana seharusnya mereka merasa atau bereaksi tidak membantu mereka belajar mengatasi emosi yang kuat. Orang tua dapat menunjukkan kesabaran, keterampilan mendengarkan, empati, dan pemecahan masalah. Kadang-kadang membantu untuk mengulangi kembali apa yang Anda pikir Anda dengar untuk memastikan Anda memahami apa sudut pandang anak itu. Menunjukkan bahwa Anda memahami sudut pandang mereka membantu anak-anak merasa didengar dan dihormati. Percakapan ini dapat membantu mereka mengembangkan bahasa yang sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

Belajar membaca orang lain

Menangani emosi juga melibatkan mengenali perasaan orang lain. Orang tua dapat menunjukkan bagaimana ekspresi wajah, gerak tubuh, dan bahasa tubuh dapat memberikan petunjuk tentang perasaan orang lain. Kesadaran ini membantu kita berinteraksi dengan orang lain setiap hari dan memiliki hubungan yang sukses.

BACA JUGA :  Temper Tantrum Pada Anak-anak: Bagaimana Menghadapinya

Kelola emosi yang kuat

Orang tua membantu anak-anak mendapatkan kendali atas emosi yang kuat ketika mereka mengajar dan mencontohkan cara-cara yang berhasil untuk mengatasi perasaan mereka sendiri, menciptakan keterbukaan bagi anak-anak untuk mengungkapkan perasaan mereka, dan membantu anak-anak melabeli perasaan mereka. Anak-anak perlu tahu bahwa memiliki perasaan yang kuat adalah bagian normal dari kehidupan. Biarkan mereka tahu bahwa setiap orang mampu kehilangan kendali dan apa yang harus dilakukan ketika itu terjadi (menenangkan diri, meminta maaf, bernegosiasi, memecahkan masalah, dll).

Mengatur perilaku sendiri

Belajar mengekspresikan emosi yang kuat dengan cara yang tepat membantu anak mengembangkan kepercayaan diri dan rasa kontrol diri yang lebih baik. Membantu anak Anda merenungkan bagaimana rasanya menunjukkan kontrol dalam situasi dapat memiliki efek yang kuat. Contoh dan cerita yang mengilustrasikan dan memperkuat nilai penanganan emosi dengan tepat bisa sangat membantu.

Empati dan hubungan

Anak-anak memperoleh kemampuan untuk berempati dengan orang lain ketika kita membantu mereka belajar tentang pengalaman dan sudut pandang orang lain. Ini membantu mereka untuk membangun dan memelihara persahabatan. Ajukan pertanyaan kepada anak Anda seperti: “Menurut Anda bagaimana perasaan Samantha ketika anak-anak lain tidak mau bermain dengannya?” atau “Menurut Anda, mengapa Terry bertindak seperti itu?”

Lima Langkah Membangun Kemampuan Mengelola Emosi Pada diri Anak

1. Sadar secara emosional.

Sadari emosi anak Anda. Pantau terus perasaan anak Anda. Walaupun anak-anak mungkin langsung memberi tahu Anda bahwa mereka merasakan sesuatu yang kuat, mungkin diperlukan beberapa upaya untuk menentukan apa sebenarnya emosi itu. Apakah mereka marah? Atau mungkinkah mereka takut, frustrasi atau kesepian?

2. Lihat episode gejolak emosi sebagai kesempatan mengajar untuk lebih dekat dengan anak Anda.

Kebanyakan orang tua ingin melindungi anak-anak dari rasa sakit dan memperbaiki masalah mereka. Tapi bukan begitu cara hidup bekerja. Saat-saat ketika anak Anda kesal adalah kesempatan untuk membantu mereka memutuskan bagaimana menangani masalah dengan lebih baik daripada membuat masalah itu hilang untuk anak Anda.

BACA JUGA :  Membangun Harga Diri Anak Anda

3. Dengarkan dengan empati.

Cobalah untuk mendengarkan dan memvalidasi perasaan anak Anda. Ketika kita marah atau ketakutan, kita biasanya ingin seseorang memahami perasaan kita. Sebagai orang tua, kita tidak selalu bisa menyelesaikan masalah, tetapi kita dapat memberi tahu anak-anak bahwa kita memahami apa yang mereka rasakan. “Aku mengerti itu membuatmu marah ketika Jason menggodamu.”

4. Label perasaan.

Bantu anak Anda menemukan kata-kata untuk melabeli emosi tersebut. Anak-anak memiliki emosi yang kuat, tetapi mungkin tidak mengerti apa yang mereka rasakan. Orang tua dapat membantu anak-anak mencari tahu apa yang salah dengan melabeli emosi untuk mereka. “Kau terlihat sangat frustasi. Apa yang salah?”

5. Tetapkan batasan untuk perilaku yang sesuai.

Pembinaan emosi adalah bagian penting dari disiplin. Biasanya, anak-anak perlu menenangkan diri sebelum suatu masalah dapat diselesaikan. Menetapkan batasan seperti, “Tidak boleh memukul bahkan ketika Anda marah” atau, “Kami tidak mengatakan hal-hal jahat untuk menyakiti perasaan orang lain” membantu anak-anak mempelajari cara berperilaku yang lebih tepat. Bantu anak-anak untuk fokus memperbaiki masalah setelah mereka tenang.