Karakteristik dan Cara Membuat Modul Pembelajaran
Karakteristik dan Cara Membuat Modul Pembelajaran

Karakteristik dan Cara Membuat Modul Pembelajaran

Modul menjadi bagian terpenting kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Melalui modul, siswa dituntut dalam kemandirian dan keterlibatan secara aktif di dalam kelas. Lalu, bagaimana cara membuat modul pembelajaran yang menarik?

Modul merupakan alat pembelajaran berupa buku yang bisa dipelajari kapanpun dan dimanapun oleh siswa. Siswa juga dapat dengan mudah belajar tanpa bergantung kepada guru sekalipun. Sehingga, guru harus terlibat dengan membuat modul pembelajaran bagi siswa.

Dalam tujuan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pembelajaran di sekolah atau lembaga pendidikan harus membuat strategi belajar. Salah satunya dengan cara pengembangan bahan ajar berbentuk modul. Lebih jelasnya, simak cara membuat modul pembelajaran berikut!

Karakteristik Modul Pembelajaran

Dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, modul harus memenuhi semua karakteristik modul. Tidak hanya dengan cara membuat modul pembelajaran yang menarik saja, namun modul harus memenuhi lima karakteristik modul. Kelima karakteristik itu adalah:

  1. Self Instructional
  2. Self Contained
  3. Stand Alone
  4. Adaptive
  5. User Friendly

Untuk lebih jelasnya mengenai karakteristik dalam modul, simak uraiannya berikut ini.

1. Self Instructional

Karakteristik terpenting di dalam modul pembelajaran adalah self instructional. Maksud dari self instruction dalam karakteristik adalah memungkinkan para siswa untuk belajar secara mandiri. Selain itu, siswa juga tidak akan bergantung kepada guru atau orangtua.

Supaya modul memenuhi karakteristik self instructional maka modul harus berisi:

  • Tujuan jelas yang terumus ada di dalam isinya
  • Materi belajar dikemas ke dalam bentuk unit kecil yang spesifik
  • Tersedianya contoh dan ilustrasi dari materi belajar
  • Tersedianya soal latihan, tugas dan sejenisnya
  • Materi yang diberikan sesuai dengan keadaan atau konteks sekitar (Kontekstual)
  • Bahasa yang digunakan harus komunikatif dan sederhana
  • Adanya rangkuman dari materi belajar
  • Adanya instrumen penilaian atau assessment berbentuk self assessment
  • Adanya instrumen untuk mengukur dan mengevaluasi siswa dalam penguasaan materi
  • Adanya evaluasi kepada siswa untuk mengetahui tingkat penguasaan materinya
  • Adanya pengayaan atau referensi untuk mendukung materi belajar yang dimaksud

2. Self Contained

Salah satu tantangan membuat modul pembelajaran adalah dengan memenuhi karakteristik Self Contained. Maksudnya adalah, modul memuat semua materi belajar untuk siswa secara utuh. Unit kompetensi dan sub-kompetensi harus ada didalam satu materi modul tersebut.

Hal ini bertujuan supaya siswa akan dengan mudah memahami. Karena, materi yang dibuat di dalam modul ada pada satu materi yang utuh tanpa dipisah-pisah. Jika harus dipisah, maka harus dilakukan hati-hati dan memperhatikan keluasan Kompetensi Dasar yang ada.

3. Stand Alone

Maksud modul yang Stand Alone adalah tidak bergantung pada media lain. Modul juga tidak dilakukan bersamaan dengan media belajar lainnya. Jika pada praktiknya siswa masih bergantung dan menggunakan media yang lain, artinya modul tersebut tidak berdiri sendiri.

Untuk memenuhi kriteria stand alone, anda harus membuat modul belajar yang tidak bergantung pada media belajar lainnya. Karena, karakteristik ini akan memenuhi komponen modul pembelajaran yang baik bagi siswa.

4. Adaptive

Bagaimana cara membuat modul pembelajaran yang baik dan juga menarik? Karakteristik selanjutnya adalah modul harus adaptif terhadap teknologi dan perkembangan ilmu setiap masa serta fleksibel digunakan.

Materi pada modul yang adaptif tentunya bisa digunakan dalam kurun waktu yang lama. Sehingga, dengan memperhatikan perkembangan ilmu dan teknologi, modul bisa digunakan sampai beberapa waktu kedepan.

5. User Friendly

Cara membuat modul pembelajaran salah satunya harus memenuhi kriteria mudah digunakan oleh pemakainya. Mudah digunakan artinya, modul tersebut memberikan informasi dan instruksi yang jelas. Selain itu menggunakan Bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Cara Membuat Modul Pembelajaran

Penulisan dan pembuatan modul sebaiknya mengikuti tata cara membuat modul pembelajaran yang baik dan benar. Dengan begitu, modal akan sesuai dengan kebutuhan siswa dan tentunya menarik untuk dipelajari. Berikut ini tahapan-tahapannya:

1. Analisis Kebutuhan Modul

Dalam membuat modul, anda sebagai pembuat modul harus melakukan Analisis silabus dan RPP. Dengan tujuan supaya modul sesuai dengan kebutuhan siswa dalam belajar kompetensi yang sudah diprogramkan.

Selain itu, tujuan adanya analisis kebutuhan modul ini untuk menetapkan jumlah dan judul modul yang dikembangkan serta mengidentifikasinya. Dalam melakukan Analisa ini sebaiknya dilakukan secara tim atau berkelompok.

2. Membuat Peta Modul

Cara membuat modul pembelajaran yang kedua adalah membuat peta modul. Peta modul memberikan kedudukan modul pada satu satuan program yang dijelaskan dalam bentuk diagram. Dalam pembuatan peta modul tidak sembarangan.

Karena, peta modul disusun untuk mengacu pada diagram pencapaian kompetensi yang ada di kurikulum yang digunakan. Setiap judul modul dianalisis antara satu judul dengan judul lainnya. Penyajiannya Pun diurutkan sesuai pada pembelajaran yang di akan dilakukan.

3. Membuat Desain Modul

Panduan membuat modul pembelajaran selanjutnya adalah membuat desain modul. Desain modul yang dimaksud adalah Rencana Pembelajaran atau biasa disebut RPP.

RPP ini biasanya sudah disusun oleh guru dan didalamnya memuat strategi dan media belajar yang digunakan.

Selain itu, di dalam RPP juga memuat garis besar materi belajar, metode penilaian sampai perangkatnya. Sehingga, RPP inilah menjadi desain dalam penulisan atau penyusunan modul. dalam hal ini, RPP memegang peranan penting dalam format membuat modul pembelajaran.

4. Implementasi Modul

Dalam mengimplementasikan modul terhadap kegiatan belajar, biasanya menyesuaikan alur yang telah dirancang di dalam modul. Supaya tercapai dalam mengimplementasikan modul, anda harus konsisten dan menyiapkan bahan, alat, media serta lingkungan belajar.

5. Penilaian Hasil Belajar

Untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa anda, harus diukur melalui penilaian hasil belajar. Dengan begitu, anda bisa mengetahui siswa anda telah menguasai materi yang diberikan di dalam modul atau belum. Penilaian dilakukan ketika mempelajari seluruh materi di modul.

Dalam melakukan penilaian hasil belajar, pastinya tidak lepas dari instrumen penilaian. Instrumen penilaian ini ada di dalam modul ketika di rancang dan ditulis. Dengan adanya penilaian ini, anda bisa mengetahui apakah modul tersebut sudah dikuasai siswa atau belum.

6. Evaluasi dan Validasi

Modul yang sudah dan masih digunakan dilakukan evaluasi dan validasi. Evaluasi dilakukan dengan tujuan untuk mengukur implementasi dan modul. Apakah dalam implementasi menggunakan modul dapat berjalan sesuai dengan desain pengembangannya atau tidak.

Validasi bertujuan untuk menguji modul apakah sesuai dengan kompetensi yang menjadi target belajar atau tidak. jiak sesuai maka dinyatakan valid. Dengan begitu, cara membuat modul pembelajaran akan sesuai dengan kebutuhan siswa kedepannya.

Kesimpulan

Dengan adanya modul belajar, siswa dapat mencapai setiap kompetensi yang ditargetkan dalam kurikulum. Salah satu cara membuat modul pembelajaran yang baik dan menarik tentunya harus memperhatikan karakteristik modul dan kebutuhan siswa.

Meskipun demikian, membuat modul belajar saat ini bisa menggunakan berbagai macam aplikasi. Salah satunya adalah aplikasi canva sebagai aplikasi untuk membuat modul pembelajaran dalam bentuk e-modul.