Cara Mengatasi Keputihan Berlebih Setelah Haid

Cara Mengatasi Keputihan Berlebih Setelah Haid

Cara mengatasi keputihan berlebih – Keputihan merupakan respon alami tubuh dalam menjaga kelembaban dan kebersihan organ reproduksi wanita. Keputihan adalah suatu kondisi keluarnya lendir atau cairan dari vagina dan leher rahim. Lantas, bagaimana cara mengatasi keputihan berlebih?

Keputihan pada kondisi normal memiliki karakteristik tertentu. Misalnya, berwarna bening atau putih, tidak berbau, dan teksturnya bisa berubah tergantung dari siklus menstruasi. Namun, pada kondisi tidak normal keputihan mengalami perubahan warna, bau, dan tekstur. 

Jika seperti ini, bagaimana cara mengatasi keputihan yang berlebih secara alami? Jika anda mengalami hal seperti ini, anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Dengan begitu, anda bisa mengatasi keputihan secara alami

Keputihan menandakan adanya peningkatan hormon estrogen yang biasanya terjadi setelah menstruasi. Pada kondisi normal, keputihan yang terjadi setelah menstruasi akan terjadi sekitar 2 minggu dihitung dari hari pertama menstruasi. 

Selain itu, keputihan setelah haid juga bisa menandakan adanya infeksi jamur dan berkembangnya bakteri. Berikut ini beberapa penyebab keputihan setelah menstruasi dan bagaimana cara mengatasi keputihan berlebih.

Penyebab Keputihan Setelah Menstruasi

Mengatasi keputihan yang berlebih menjadi hal yang biasa wanita lakukan ketika mereka merasa keputihan keluar lebih banyak dari biasanya. Kareana, kondisi tersebut sangatlah tidak nyaman bagi wanita. 

Bagaimana cara mengatasi keputihan berlebih jika anda tidak tahu penyebabnya? Penyebab keputihan yang paling sering dijumpai baik dalam kondisi normal maupun tidak adalah sebagai berikut.

1. Infeksi Jamur

Gejala yang biasanya dialami adalah rasa gatal di area vagina pada saat Keputihan baik setelah haid maupun sebelum haid. Infeksi Jamur bisa terjadi karena kurangnya kebersihan pada area Miss V

2. Bacterial Vaginosis

Untuk membantu menjaga kesehatan intim terdapat bakteri-bakteri didalam vagina. Namun apabila jumlah bakteri baik dan bakteri jahat tidak seimbang maka terjadilah gangguan Kesehatan. Gangguan berupa Bacterial Vaginosis dengan gejala keluarnya cairan keputihan. 

Keputihan ini ditandai dengan sekret berwarna putih keabuan, cair dan banyak, serta berbau amis. 

3. Sisa Darah Haid

Keluarnya lendir kecoklatan selama beberapa hari kemudian setelah darah haid berhenti, kemungkinan besar adalah sisa haid yang masih tertinggal dan dikeluarkan dari rahim. Biasanya lendir ini hanya sedikit dan tidak sampai memerlukan penggunaan pembalut.

4. Penggunaan Pil KB

Penggunaan alat kontrasepsi hormonal pada wanita seperti Pil KB dapat meningkatkan kadar estrogen dan progesteron sehingga lebih sering terjadi keputihan karena produksi lendir vagina yang lebih banyak.

5. Ovulasi

Keputihan bisa menjadi pertanda meningkatnya hormon estrogen sampai terjadi proses ovulasi. Wanita yang memiliki siklus haid normal (28 hari), sering keluar lendir berwarna agak putih kemudian menjadi bening selama kira-kira dua minggu setelah hari pertama haid.

6. Penyakit Menular Seksual

Keputihan yang ditandai dengan sekret berwarna kuning hingga kehijauan, berbusa menjadi salah satu gejala penyakit ini. Selain itu, ada juga gejala seperti rasa gatal di kemaluan, nyeri saat berhubungan.

Klamidia, trikomoniasis, dan gonore adalah beberapa jenis penyakit menular seksual yang juga menyebabkan keputihan. Dengan begitu, anda harus segera mengetahui bagaimana cara mengatasi keputihan supaya penyakit ini tidak berkelanjutan. 

Kenali Ciri-cirinya, Abnormal atau Tidak?

Cara untuk membedakan keputihan normal dan abnormal sebenarnya tidak sulit. Anda bisa mengamati dari ciri-ciri keputihan yang anda alami. Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi keputihan berlebih, alangkah baiknya kenali ciri-cirinya. Nah, berikut ciri – cirinya:

1. Keputihan Normal

Keputihan normal sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, umumnya keputihan muncul dengan ciri – ciri sebagai berikut:

  • Berwarna bening atau seperti putih susu jernih
  • Bau tidak menyengat, tidak amis, tidak anyir, dan tidak busuk
  • Bertekstur licin dan lengket, bisa encer atau kental
  • Biasanya beberapa hari diantara siklus haid atau selama masa ovulasi muncul cukup banyak dengan tekstur licin dan basah.

Jika keputihan normal, maka anda tidak memerlukan penanganan yang khusus.

2. Keputihan Abnormal

Keputihan abnormal akan terasa mengganggu dan tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Selain itu diperlukan juga cara khusus bagaimana cara mengatasi keputihan berlebih. Keputihan abnormal juga kerap menunjukkan beberapa ciri sebagai berikut:

  • Munculnya rasa panas pada area miss v
  • Di Sekitar miss v timbul rasa gatal
  • Lendir atau cairannya kental dan berbau busuk
  • Keluar lendir atau cairan yang berlebihan, seperti menstruasi
  • Berwarna kuning, atau bisa hijau, cokelat dan disertai darah

Penyebab lendir keputihan banyak

Lendir atau cairan keputihan yang keluar pada masa subur atau kondisi tertentu terkadang bisa jadi tanda masalah kesehatan tertentu. Berikut beberapa penyebab lendir keputihan banyak yang perlu diwaspadai:

  • Stres
  • Efek samping obat antibiotic
  • Efek samping pada kontrasepsi IUD dan pil KB
  • Adanya bakteri pada miss v atau Infeksi jamur
  • Hormon yang tidak seimbang karena sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Alergi pada produk pembersih kewanitaan, pembalut, sabun,tisu toilet, sampai deterjen untuk mencuci pakaian

Cara Mengatasi Keputihan 

Keputihan memang bisa sembuh sendiri dan sebagian besar tidak perlu diobati. Misalnya seperti keputihan karena menjelang haid, ovulasi ataupun kehamilan. Seperti yang telah dijelaskan diatas, keputihan yang normal umumnya tidak berbahaya. 

Namun, jika ada gejala keputihan yang muncul dan mengganggu, kondisi ini perlu diobati. Jika anda mengalaminya, bagaimana cara mengatasi keputihan berlebih? Cara mengatasi keputihan pun ada beragam dan berbeda. 

Misalnya, cara mengatasi keputihan pada remaja bisa berbeda dengan cara mengatasi keputihan pada orang dewasa. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna mengatasi keputihan tersebut, di antaranya:

1. Membersihkan Vagina dengan Tepat

Bersihkan miss v anda dengan tepat jangan asal membersihkan saja. Caranya dengan membasuh miss v dari depan ke belakang. Dari arah miss v menuju anus bukan sebaliknya yah. Setiap kali selesai buang air kecil atau air besar, bersihkan daerah vagina anda.

Jika anda ingin menggunakan sabun dalam membersihkan, maka gunakanlah sabun yang berbahan ringan. Namun, lebih baik menggunakan air hangat. Karena salah satu cara mengatasi keputihan dengan air hangat adalah cara yang alami.

2. Menghindari produk kewanitaan

Dengan menggunakan produk kewanitaan seperti cairan pembersih vagina atau sejenisnya kurang dianjurkan. Karena kana merusak keseimbangan mikroba alami pada vagina anda. Salah satu cara mengatasi keputihan dengan daun sirih adalah cara yang efektif dan alami.

Bagaimana cara mengatasi keputihan berlebih jika hanya menggunakan daun sirih saja? tentunya tidak akan menimbulkan efek samping, karena bahan alami yang digunakan seperti daun sirih dapat membersihkan dengan aman.

Selain aman, cara mengatasi keputihan dalam 2 hari adalah dengan menggunakan bahan alami dan aman. Salah satunya adalah daun sirih, bukan produk buatan dengan campuran bahan kimia yah.

Kesimpulan

Setelah membaca artikel ini, tentunya anda sudah mengetahui cara mengatasi keputihan berlebih. Selain itu, anda juga mengetahui penyebab dari munculnya keputihan pada miss v anda terlebih jika setelah menstruasi.

Selain menggunakan cara diatas, anda bisa juga menggunakan kompres dingin ketika keputihan, atau menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Jika dirasa sudah parah, maka segeralah konsultasi kepada dokter yah!