jenis-jenis kecerdasan

Kenali Jenis-Jenis Kecerdasan Manusia, Yuk Pahami Dirimu! 

Manusia adalah makhluk yang dikaruniai dengan kecerdasan yang terus berkembang seiring manusia tersebut belajar hal-hal baru. Kecerdasan tidak hanya dinilai dari kemampuan akademik saja, tetapi juga jenis-jenis kecerdasan non-akademik.

Banyak teori yang menjabarkan mengenai kecerdasan manusia. Salah satunya dicetuskan oleh Howard Gardner, seorang psikolog profesional dan sekaligus merupakan profesor di Universitas Harvard.

Oleh Gardner, dijelaskan mengenai apa saja jenis-jenis kecerdasan manusia yang dimiliki dan menjadi potensi untuk perkembangan diri manusia tersebut. Jenis kecerdasan tersebut kemudian oleh Gardner dibagi menjadi 8 jenis dengan karakteristik yang dimiliki.

Dengan mengetahui jenis kecerdasan yang dimiliki juga bisa sebagai jalan untuk mengetahui apa potensi dan bakat yang tersimpan dalam diri sendiri.

Perbedaan IQ, EQ, dan SQ

Secara umum, IQ dan EQ lebih banyak diketahui, namun tahukah anda bahwa terdapat jenis-jenis kecerdasan lainnya, seperti SQ? Lalu, apa itu SQ?

IQ (Intelligence Quotient) merupakan jenis kecerdasan yang menggambarkan kemampuan berpikir suatu individu (nalar) untuk mengolah suatu informasi, serta bertindak secara terarah.

IQ berkaitan erat dengan hal-hal logis, seperti pemecahan masalah (problem solving), matematis, dan strategis. IQ bersifat genetik, namun tidak menutup kemungkinan IQ menjadi meningkat maupun menurun karena pengaruh lingkungan.

Kecerdasan IQ dibagi menjadi 8 jenis kecerdasan oleh Gardner, sebagai berikut.

  • Kecerdasan Linguistik (Verbal-Linguistic)
  • Kecerdasan Logika Matematika (Logical-Mathematical)
  • Kecerdasan Spasial (Visual-Spatial)
  • Kecerdasan Kinetik Jasmani (Bodily-Kinesthetic)
  • Kecerdasan Musikal (Music-Rhythmic and Harmonic)
  • Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)
  • Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)
  • Kecerdasan Natural (Naturalistic Intelligent)

Untuk penjelasan lebih lengkapnya terkait 8 jenis kecerdasan oleh Gardner akan dijabarkan pada poin pembahasan berikutnya.

Selanjutnya ada EQ, yang sering diimbangkan dan dipasangkan dengan EQ. Kenapa EQ ini begitu penting? Karena EQ melengkapi IQ, yang dapat membuat manusia menjadi merasa utuh.

EQ (Emotional Quotient) merupakan jenis kecerdasan manusia yang memberi kemampuan manusia untuk mengolah rasa, dan mengontrol emosi. Selain itu, EQ juga berguna untuk menerima, menilai, dan mengelola emosi orang di sekitar pula.

EQ bisa dikatakan sebagai pengimbang IQ, yang membuat manusia berbeda dengan robot. Emosi juga dapat meningkatkan bonding antara makhluk sosial. Adapun EQ dibagi menjadi 5 kategori jenis-jenis kecerdasan emosi sebagai berikut.

  • Self Awareness (Kesadaran Diri)
  • Self Regulation (Pengendalian Emosi Diri)
  • Motivation (Motivasi)
  • Emphaty (Empati)
  • Social Ability (Kemampuan Sosial)

EQ ini yang memberikan perasaan menjadi lebih ‘hidup’ pada diri manusia.

Nah, yang terakhir adalah SQ. Apa itu SQ? SQ atau Spiritual Quotient merupakan jenis kecerdasan yang membantu manusia untuk menemukan dan mengembangkan kapasitas diri dalam mencari visi, misi, dan nilai penting pada hidupnya.

SQ mendorong seorang individu untuk lebih eksploratif sehingga semua potensi dalam diri yang dimiliki menjadi lebih bernilai dan berharga dalam kehidupannya.

SQ memiliki cangkupan yang lebih kecil, namun krusial dalam diri setiap individu. Berikut ini 3 kategori jenis kecerdasan spiritual dalam diri manusia.

  • Responsibility (Tanggung Jawab)
  • Humility (Kemanusiaan)
  • Happiness (Kebahagiaan)

Mungkin SQ cukup mirip dengan EQ, namun bedanya adalah SQ lebih berfokus untuk memahami diri sendiri sedangkan EQ mengolah emosi untuk berhadapan dengan dunia luar (individu lainnya).

SQ merupakan core pada diri manusia. Itulah mengapa walau terdapat perbedaan fungsi pada jenis-jenis kecerdasan IQ EQ SQ, ketiganya memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan suatu individu, serta membuatnya merasa lebih hidup.

8 Jenis Kecerdasan oleh Howard Gardner

Setelah memahami perbedaan antara IQ, EQ, dan SQ, berikut pembahasan lebih mendalam terkait jenis-jenis kecerdasan intelektual yang dicetuskan oleh Gardner. Anda juga dapat sekaligus menilai diri sendiri, terkait jenis kecerdasan apa yang anda miliki.

Dengan begitu, anda akan lebih mudah dalam menemukan potensi dan bakat diri sehingga dapat memaksimalkannya dengan baik. Apa saja 8 kecerdasan menurut Howard Gardner? Berikut ini penjelasannya.

1. Kecerdasan Linguistik (Verbal-Linguistic)

Jenis kecerdasan yang pertama menurut Gardner adalah verbal-linguistic, yakni jenis kecerdasan yang mampu membuat seorang individu mampu memahami perbendaharaan kata lebih baik dari individu lainnya.

Selain itu, kemampuan ini juga menunjang level pemahaman ketika menulis, membaca, ataupun berbicara. Individu dengan jenis kecerdasan ini sangat peka terhadap makna kata, urutan kata, dan ritme dalam suatu ungkapan yang diterima.

Adapun kelebihan lainnya yang dimiliki individu dengan jenis kecerdasan linguistik adalah sebagai berikut.

  • Mampu menjelaskan sesuatu dengan sangat baik.
  • Memiliki kemampuan menulis dan menyusun kata dengan baik.
  • Gemar membaca, menulis, dan berinteraksi dengan individu lainnya dengan tujuan menambah perbendaharaan kata yang dimiliki.
  • Sering menggunakan kata atau istilah yang jarang diketahui.
  • Mudah mengingat informasi yang diterima baik secara verbal maupun non-verbal.
  • Berbicara dengan menggunakan kalimat persuasif.
  • Memiliki ketertarikan dengan bahasa asing.
  • Suka menyisipkan unsur humor ketika bercerita.

Individu dengan jenis kecerdasan linguistik dapat berpotensi sukses dalam bidang pekerjaan, seperti novelis, wartawan, guru, penyair, pengacara, penyiar berita atau radio, public speaker, pendongeng, pekerja seni teater, serta komedian.

2. Kecerdasan Logika Matematika (Logical-Mathematical)

Jenis-jenis kecerdasan manusia yang kedua adalah logical mathematical intelligence, yakni kemampuan individu dalam menganalisa sesuatu secara logis. 

Individu dengan jenis kecerdasan ini lebih mengutamakan pemecahan masalah dengan pendekatan ilmiah dapat menjadi solusi terbaik.

Matematika di sini bukan berarti secara harfiah kepintaran dalam menghitung saja, namun lebih bermakna matematis, terstruktur, dan nalar ilmiah.

Karakteristik yang dimiliki oleh individu dengan jenis kecerdasan logika matematika adalah sebagai berikut.

  • Mampu dan terampil dalam memecahkan masalah dengan analisa hubungan sebab-akibat.
  • Memiliki pemikiran dan ide yang bersifat abstrak.
  • Memiliki ketertarikan melakukan eksperimen dan penelitian ilmiah.
  • Terampil dalam membuat argumen yang sesuai dengan penalaran.
  • Mampu memecahkan perhitungan yang kompleks.
  • Memiliki keterampilan dalam komputasi (basic computer).
  • Terampil dalam mengelola pola numerik dan pola silogisme.

Individu dengan jenis kecerdasan logical mathematical ini potensinya dapat disalurkan pada bidang berikut, seperti akuntan, pengacara, insinyur, ilmuwan, bankir, ahli matematika, programmer, dan akuntan.

3. Kecerdasan Spasial (Visual-Spatial)

Selanjutnya adalah jenis kecerdasan visual spatial, yang memiliki kemampuan lebih dalam berpikir secara abstrak dan mudah untuk memvisualisasikan sesuatu. Individu dengan keunggulan spasial, mampu menggambarkan sesuai dari persepsi sudut pandang fisik.

Adapun karakteristik kecerdasan manusia yang memiliki kecerdasan spasial adalah sebagai berikut.

  • Mampu dalam menafsirkan gambar, grafik, dan bagan dengan baik.
  • Mudah dalam memahami suatu pola.
  • Mampu memecahkan informasi dengan kode grafis.
  • Pandai dalam membuat mind mapping.
  • Pandai dalam membaca peta, menyusun puzzle, dan menjawab teka-teki.
  • Dapat menikmati dan terampil dalam seni visual, seperti melukis dan menggambar.
  • Memiliki kegemaran membaca dan menulis.

Individu dengan jenis kecerdasan visual spatial ini potensinya dapat diaplikasikan secara maksimal pada bidang pekerjaan berikut, seperti arsitek, insinyur, seniman, kartografer, perancang busana (desainer), pilot, atau bahkan pelaut (nahkoda).

4. Kecerdasan Kinetik Jasmani (Bodily-Kinesthetic)

Jenis kecerdasan kinetik jasmani membuat seorang individu memiliki kemampuan lebih dalam hal gerak motorik. Begitu pula dengan kemampuan fisik yang unggul, sehingga bagus untuk disalurkan pada bidang olahraga dan tari.

Individu dengan jenis kecerdasan kinetik jasmani ini juga memiliki cara belajar yang unik, yakni lebih mudah memahami sesuatu dengan gerakan. Untuk memaksimalkan pemahamannya, mereka lebih suka mempraktekannya terlebih dahulu.

Karakteristik kecerdasan manusia lainnya yang dimiliki oleh individu dengan kecerdasan kinetik jasmani adalah sebagai berikut.

  • Memiliki kemampuan kontrol fisik yang sangat baik.
  • Memiliki kelebihan dalam hal ketangkasan tubuh dan kontrol anggota badan.
  • Sangat unggul pada bidang kegiatan yang melibatkan gerakan, seperti olahraga dan tari.
  • Senang menciptakan dan menghasilkan sesuatu yang dibuat oleh keterampilan tangannya sendiri (handcrafting).
  • Lebih mengingat sesuatu dengan cara melakukannya, ketimbang hanya sekedar mendengar, membaca atau melihat.

Individu dengan jenis kecerdasan kinetik jasmani ini sangat cocok dengan bidang pekerjaan berikut, seperti olahragawan, atlet, penjelajah, penari, pengrajin, seni patung, aktor, atau polisi/TNI.

5. Kecerdasan Musikal (Music-Rhythmic and Harmonic)

Individu dengan jenis kecerdasan musikal dapat memahami suatu hal yang berkaitan dengan nada, ritme, serta suara. Mereka juga lebih suka mengekspresikan dirinya melalui nyanyian, membuat lagu, atau memainkan alat musik.

Individu dengan jenis kecerdasan music rhythmic and harmonic ini juga pandai dalam mengenali, memodifikasi, dan membuat karya lagu dalam bentuk instrumen maupun musik.

Adapun karakteristik lainnya individu dengan jenis kecerdasan musikal adalah sebagai berikut.

  • Senang bernyanyi dan tertarik dengan alat musik.
  • Mampu mengenali pola nada, ritme, atau suara lagu dan musik dengan mudah.
  • Mampu mengingat melodi atau tangga nada suara dengan baik.
  • Terampil dalam memahami struktur musik, ritme, serta nada.
  • Mampu memodifikasi dan menciptakan karya di bidang musik.

Individu dengan jenis kecerdasan music rhythmic and harmonic sangat cocok potensinya untuk disalurkan pada bidang pekerjaan berikut, yakni seperti penyanyi, pemusik, pencipta lagu, song writer, konduktor, komposer, dan guru musik.

6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)

Jenis interpersonal intelligent membuat seseorang memiliki kelebihan dalam kemampuannya memahami orang lain secara sosial. Individu dengan jenis kecerdasan ini dapat berinteraksi dan memahami sekitar dengan sangat baik.

Selain itu, senang untuk melakukan interaksi dan cukup peka dalam merasakan perubahan mood lawan bicaranya. Individu dengan kecerdasan interpersonal mampu mengolah EQ-nya dan jenis-jenis kecerdasan emosional lainnya dengan baik.

Karakteristik lainnya yang menggambarkan individu dengan jenis kecerdasan interpersonal adalah sebagai berikut.

  • Menyukai aktivitas yang melibatkan interaksi dengan individu lainnya.
  • Mampu untuk mengenali keinginan dan suasana hati orang lain.
  • Terampil dalam berkomunikasi verbal maupun non-verbal.
  • Mampu melihat suatu situasi dari perspektif yang berbeda-beda.
  • Terampil dalam membangun ikatan dan bonding dengan individu lainnya secara sehat.
  • Bisa menyelesaikan konflik antar individu dengan baik.
  • Memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) yang tinggi, serta mampu bekerja sama secara tim (teamwork ability).
  • Memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sekitar.

Individu dengan kecerdasan interpersonal dapat menyalurkan potensinya pada bidang pekerjaan berikut, seperti psikolog, filsuf, relawan dan aktivis, konselor, politikus, guru, terapis, pekerja sosial, dan pramuniaga.

7. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)

Jenis kecerdasan manusia berikut adalah kebalikan dari kecerdasan interpersonal, yakni kecerdasan intrapersonal atau intrapersonal intelligence. Individu dengan kecerdasan ini sangat mampu untuk memahami dirinya sendiri.

Ini menjadi poin plus karena terkadang lebih susah untuk memahami diri sendiri dibandingkan memahami orang lain, namun tidak bagi para pemilik kecerdasan intrapersonal.

Dengan kemampuan memahami diri sendiri yang lebih baik dari lainnya, individu dengan kecerdasan intrapersonal dapat memaksimalkan potensi dan bakat yang ada pada dirinya. Mereka dapat dengan mudah menentukan diri mereka untuk kedepannya.

Karakteristik lainnya yang dimiliki oleh para individu dengan kecerdasan intrapersonal adalah sebagai berikut.

  • Mampu mengenali diri dan mengontrol emosi dengan baik.
  • Terampil dalam mengelola dan menggunakan SQ.
  • Memiliki jiwa konsisten yang sangat baik.
  • Mampu menganalisa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
  • Memiliki tingkat kesadaran yang tinggi (Self Awareness).
  • Terampil dalam menganalisa teori dan ide.
  • Mampu merencanakan dan melakukan tujuan dengan baik.

Individu dengan jenis kecerdasan ini bagus potensinya untuk disalurkan pada bidang pekerjaan berikut, seperti penulis, ilmuwan, ahli teori, filsuf, guru, psikiater, psikolog, dan konselor.

8. Kecerdasan Natural (Naturalistic Intelligent)

Jenis-jenis kecerdasan manusia yang terakhir menurut Gardner adalah jenis kecerdasan natural atau naturalistic intelligent. Individu dengan jenis kecerdasan berikut sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan alam dan binatang.

Hal yang menonjol dari para pemilik kecerdasan natural adalah mampu bertahan hidup (survival), mengenali, melihat perbedaan, serta mengkategorikan sesuatu yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.

Adapun karakteristik unik lainnya yang dimiliki oleh para individu dengan kecerdasan natural adalah sebagai berikut.

  • Memiliki ketertarikan besar pada hal-hal mengenai lingkungan dan alam.
  • Tertarik dan menyukai kegiatan menjelajah ke tempat atau daerah baru.
  • Peka dalam menyadari perubahan yang terjadi pada lingkungan.
  • Tertarik dalam bidang ilmu botani, zoologi, dan biologi.
  • Memiliki kemampuan dalam membedakan flora dan fauna.
  • Menyukai aktivitas yang berkaitan dengan alam, seperti berkemah, berkebun, dan mendaki.

Individu dengan jenis kecerdasan naturalistic intelligent berikut sangat cocok dengan bidang pekerjaan, seperti pendaki, ahli biologi, petani, konservator alam, dokter hewan, peneliti saintis terhadap flora dan fauna.

Dari delapan jenis kecerdasan manusia berdasarkan teori Howard Gardner, anda termasuk yang mana? Apapun itu, semua jenis kecerdasan pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Tugas kita sebagai pemilik kecerdasan tersebut untuk mengelola dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, sehingga potensi dan bakat yang kita miliki dapat tersalurkan secara maksimal.

Setiap Individu Unik dengan Jenis Kecerdasannya Masing-Masing

Individu dengan segala keunikannya dalam bidang kecerdasan masing-masing, menjadikan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Kecerdasan bukan hanya soal pintar dalam menjawab soal, namun bagaimana cara kita untuk memaksimalkan apa yang kita miliki.

Kecerdasan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada makhluk ciptaan-Nya. Manusia dibekali dengan tingkat dan jenis kecerdasan yang berbeda dengan tujuan untuk saling membantu dan menghormati sesama, sehingga hidup sosial dalam harmoni.

Dengan mengetahui jenis kecerdasan yang dimiliki oleh individu, akan mampu mendorong untuk maju lebih baik dengan potensi dan bakat khusus yang dimiliki. Individu dapat berkembang secara maksimal dengan kecerdasan yang dipunya.

Itulah mengapa mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri merupakan hal yang sangat penting. Selain untuk pemahaman diri, juga untuk perkembangan diri di masa yang akan mendatang.

Sekian penjelasan mengenai apa saja 8 kecerdasan menurut Howard Gardner, seorang psikolog profesional dan profesor Universitas Harvard, yang dimiliki oleh manusia.

Semoga dapat membantu anda untuk lebih memahami jenis-jenis kecerdasan dan potensi diri yang dimiliki.