KB yang tidak menyebabkan berat badan naik

5 Jenis KB yang Tidak Mempengaruhi Berat Badan

Program KB jadi pilihan para pasangan suami istri untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, beberapa kasus yang banyak dikeluhkan para ibu setelah menggunakan KB yaitu berat badan meningkat. Adakah KB yang tidak mempengaruhi berat badan

Pilihan KB berikut akan mencegah kehamilan sekaligus menjaga berat badan Anda tetap ideal dan nafsu makan tetap terkendali dengan baik. Berikut daftar pilihannya untuk Anda.

Jenis KB yang Tidak Mempengaruhi Berat Badan

KB atau alat kontrasepsi umumnya terbagi menjadi KB hormonal dan KB non hormonal. Jenis KB yang biasanya memicu kenaikan berat badan yaitu jenis KB hormonal. 

Pemilihan KB non-hormonal jadi solusi bagi Anda yang mengkhawatirkan badan jadi lebih gemuk setelah pemakaian. Berikut beberapa pilihannya buat Anda.

1. Kondom

Kondom merupakan alat kontrasepsi berbahan lateks yang mampu mencegah sperma masuk ke rahim dan vagina. Penggunaan kondom banyak dipilih karena lebih aman, lebih terjangkau, dan tidak mempengaruhi hormon dalam tubuh Anda.

Kondom pria digunakan ketika akan berhubungan seksual. Sedangkan kondom wanita digunakan atau dimasukkan pada vagina kurang lebih delapan jam sebelum melakukan hubungan seksual.

2. IUD (Intra Uterine Device)

Jenis KB yang tidak mempengaruhi berat badan lainnya yaitu IUD atau lebih dikenal dengan KB spiral. Alat ini memiliki ukuran 3 cm berbentuk huruf T yang berupa lilitan tembaga. Kontrasepsi ini dipasangkan pada rahim untuk mencegah sperma menembus rahim. 

IUD jenis non hormonal lebih efektif dan pemasangannya pun hanya sekali dan bisa dipakai hingga 10 tahun. Kelebihan lain dari IUD, Anda tidak mengalami kenaikan berat badan, aman bagi ibu menyusui, dan resiko penyakit minimal.

3. Diafragma

Jenis KB yang tidak mempengaruhi berat badan selanjutnya yaitu kontrasepsi diafragma. Pemakaian alat ini yaitu dengan memasangnya pada mulut rahim sehingga akan mencegah sperma untuk sampai ke rahim. 

Pemasangannya bisa dilakukan saat hendak berhubungan intim atau bisa juga beberapa jam sebelum berhubungan. Perlu diperhatikan, pemakaian alat ini harus dengan cara yang benar agar alat dapat bekerja dengan efektif. 

Anda bisa meminta bantuan bidan atau dokter untuk pemasangan kontrasepsi ini dengan benar.

4. Spermisida 

Kontrasepsi spermisida umumnya berbentuk gel, krim, hingga tablet yang pemakaiannya dimasukkan dalam vagina. Spermisida digunakan beberapa saat sebelum berhubungan intim. 

Kontrasepsi ini akan mematikan sel sperma sehingga tidak akan mampu membuahi sel telur. Spermisida umumnya lebih efektif jika digunakan bersama kontrasepsi diafragma. Pemakaiannya, dengan mengoleskan krim spermisida pada diafragma sebelum digunakan.

Perlu Anda ketahui, jenis KB ini bisa beresiko alergi atau iritasi. Gejalanya seperti munculnya rasa gatal, kemerahan, perih di sekitar organ intim ketika digunakan saat berhubungan intim.

5. Cervical Cap

Mirip dengan kondom, cervical cap juga berbahan karet fleksibel. Cara pemakaian cervical cap dengan meletakkannya pada bagian serviks atau mulut rahim. Dengan begitu, sperma tidak akan bisa sampai memasuki rahim. 

Pemakaian cervical cap akan lebih efektif lagi ketika digunakan bersama spermisida. Cervical cap juga agak mirip dengan KB diafragma, hanya saja cervical cap berukuran lebih kecil. 

Beberapa jenis KB non hormonal di atas bisa jadi pilihan jenis KB yang tidak mempengaruhi berat badan. Dengan begitu, Anda tetap bisa menggunakan KB sambil menjaga berat badan tetap ideal. Bagaimana, tertarik mencoba? Semoga pembahasan di atas bermanfaat!