Media Pembelajaran Adalah

Media Pembelajaran Adalah? Ketahui Lebih Lengkap Disini!

Jika Anda adalah seorang guru yang harus memberi pengertian akan suatu hal kepada anak didik, maka apa yang dibutuhkan? Tentu saja sebuah media pembelajaran, karena media pembelajaran adalah sarana untuk mendukung sebuah proses belajar mengajar.

Akan tetapi penggunaan media pembelajaran juga harus memperhatikan tahap perkembangan anak didik. Dengan penerapan media pembelajaran yang efektif maka motivasi serta semangat belajar anak didik akan dapat terbangun.

Untuk lebih memahami bagaimana konsep media pembelajaran adalah sarana integral pada sebuah proses belajar mengajar (PBM), maka silahkan Anda ikuti uraiannya pada artikel di bawah ini hingga tuntas.

Mengenal Pengertian Media Pembelajaran

Secara istilah, asal kata media pembelajaran adalah dari bahasa latin, yaitu medius. Arti kata medius sendiri adalah rujukan atau perantara. Sedangkan secara umum, istilah media diartikan sebagai alat, sarana atau wadah.

Di dalam konteks kegiatan belajar mengajar, media di sini diartikan sebagai alat perantara. Alat perantara ini akan digunakan oleh guru sebagai tenaga pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada para anak didiknya.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sebuah metode atau alat yang dapat dimanfaatkan oleh guru pada saat melakukan pembelajaran. Alat ini digunakan sebagai perantara untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar. 

Dengan menggunakan media pembelajaran maka keberhasilan proses belajar mengajar akan menjadi dapat lebih ditingkatkan. Penggunaan media pembelajaran juga akan dapat membantu terjadi dan tumbuhnya rangsangan pola belajar para anak didik. 

Dengan pemanfaatan yang maksimal dan tepat, maka keberadaan media pembelajaran akan mampu untuk mendukung proses belajar menjadi lebih baik. 

Bahkan bukan hanya itu saja, media pembelajaran juga akan membuat kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuannya secara lebih efektif.

Macam-macam Media Pembelajaran

Pada uraian di atas telah dijelaskan jika pengertian media pembelajaran adalah sebuah sarana dalam mencapai tujuan. Di bagian ini akan diuraikan beberapa macam media pembelajaran yang dapat dipraktikan oleh para tenaga pengajar.

Secara umum jenis media pembelajaran dapat dibagi ke dalam 6 golongan atau kriteria. Agar Anda lebih mudah untuk memahaminya, silahkan ikuti penjelasannya sebagai berikut beserta contoh media pembelajaran adalah: 

1. Media Audio Visual

Media pembelajaran audio visual adalah sebuah alat yang digunakan pada proses pembelajaran yang dapat menyajikan suatu gambar dan suara. Secara karakteristik media pembelajaran jenis ini dibagi menjadi dua yaitu:

  • Media Audio Visual Diam. 

Contoh dari jenis media audio visual diam adalah buku atau majalh yang bersuara, TV diam, halaman bersuara, dan juga film rangkai bersuara, 

  • Media Audio Visual Bergerak. 

Contohnya media audio visual yang bergerak dalah film TV, film bersuara, TV, gambar bersuara, dan lain-lain yang semisal itu.

2. Media Peta dan Globe

Berikutnya jenis media pembelajaran adalah peta dan globe. Dalam penggunaannya media pembelajaran yang berbentuk peta dan globe ini memiliki fungsi sebagai alat penyampaian data-data lokasi. 

Contoh media pembelajaran peta dan globe dapat Anda temui pada data atau informasi yang berkaitan dengan keadaan permukaan bumi. Yang termasuk permukaan bumi antara lain adalah sungai sungai, bukit, gunung gunung, daratan, hutan, lembah, danau dan lain sebagainya.

Selain itu peta dan globe juga menjadi media pembelajaran untuk mengetahui lokasi sebuah tempat, arah serta jarak. Dengan adanya media pembelajaran jenis ini, maka ada beberapa keuntungan yang akan didapat pada proses belajar, antara lain adalah:

  1. Para anak didik akan mampu untuk dapat memahami dan mengerti posisi dari sebuah kesatuan politik atau negara.
  2. Anak didik juga paham daerah kepulauan dan karakteristik permukaan bumi pada berbagai wilayah yang ada lainnya,
  3. Meningkatkan minat sekaligus pengetahuan anak didik akan berbagai karakteristik dari penduduk suatu wilayah serta berbagai pengaruh kondisi geografis.
  4. Media pembelajaran peta dan globe juga akan membuat anak didik mendapatkan gambaran tentang imigrasi dan distribusi penduduk.
  5. Anak didik juga paham akan beragam tumbuh-tumbuhan pada suatu lokasi atau daerah. Juga paham akan kehidupan hewan, serta bentuk bumi yang sebenarnya.

3. Media Serbaneka

Media pembelajaran serbaneka adalah alat yang digunakan pada proses belajar mengajar yang disesuaikan dengan potensi suatu daerah. Penyesuaian tersebut bisa berupa lingkungan di sekitar sekolah, berbagai lokasi daerah lain, atau keadaan masyarakat di suatu wilayah. 

Jenis media pembelajaran serbaneka sendiri dibagi menjadi 4 golongan, di antaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Papan 

Contoh media pembelajaran adalah papan flanel, papan buletin, papan magnetik, papan tulis, papan paku, dan papan listrik.

  1. Media Tiga Dimensi

Yang termasuk ke dalam media ini diantaranya adalah mock up, model atau bagan serta diorama.

  1. Realita 

Media pembelajaran realita adalah adalah benda-benda di sekeliling yang nyata dan berbentuk asli apa adanya. 

Misalnya pada kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, guru mengajak anak didiknya untuk melakukan pengamatan pada hewan peliharaan di rumah.

Contoh lainnya bisa juga guru atau anak didik membawa hewan ke sekolah, kucing misalnya, untuk dilakukan pengamatan secara bersama di kelas.

  1. Sumber Belajar Pada Masyarakat 

Contoh media pembelajaran ini adalah adanya kegiatan karya wisata dan berkemah. Atau bisa juga berupa berbagai kegiatan outdoor lain yang memungkinkan anak didik untuk dapat belajar suatu hal secara langsung pada masyarakat.

4. Media Audio

Jenis media pembelajaran berikutnya adalah media pembelajaran audio. Media pembelajaran ini memiliki fungsi sebagai penyalur pesan dari sebuah sumber pesan ke penerima pesan. Dari uraian tersebut jelas sekali jika media ini berkaitan erat dengan indera pendengaran.

Jika dilihat dari jenis pesan yang disampaikan dan diterima, maka media pembelajaran ini dapat dibagi menjadi 2 golongan, di antaranya yaitu:

  • Media audio yang dapat menyampaikan pesan secara verbal, yaitu berupa bahasa lisan atau kata-kata.
  • Media audio yang dapat menyampaikan pesan pengajaran secara non-verbal, yaitu bunyi-bunyian atau vokalisasi. 

Contoh dari media pembelajaran audio adalah radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dan lain-lain.

5. Media Visual

Media pembelajaran visual adalah media yang digunakan di dalam kegiatan belajar yang hanya mengandalkan indera penglihatan saja. Nantinya di dalam praktiknya, media pembelajaran ini akan menggunakan sebuah alat proyeksi yang dinamakan proyektor.

Pesan pengajaran yang ingin disampaikan kepada anak didik akan diwujudkan ke dalam bentuk visual. Penggunaan media pembelajaran jenis visual ini memiliki 3 fungsi, yaitu sebagai berikut:

  • Mampu untuk menarik perhatian para anak didik. 
  • Mampu untuk memperjelas penyajian dari sebuah ide atau tema pembelajaran. 
  • Memberikan gambaran atas fakta yang membuatnya jadi lebih mudah untuk dicerna, dipahami dan diingat oleh para anak didik. 

Nah jika ditinjau dari karakteristiknya, maka media pembelajaran jenis ini dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu:

  • Media Visual Tak Bergerak. 

Contoh dari media visual tak bergerak antara lain adalah diagram, poster, peta, foto, ilustrasi, flashcard, film rangkai, OHP, grafik, gambar pilihan, potongan gambar, film bingkai.

  • Media visual Bergerak. 

Contoh dari media visual yang bergerak antara lain adalah film bisu, gambar proyeksi dan masih banyak lagi lainnya. 

6. Gambar Fotografi

Jenis media pembelajaran berikutnya adalah fotografi. Guru dapat mengambil gambar foto dari berbagai sumber yang ada. Misalkan gambar foto yang terdapat pada suatu majalah, koran, lukisan atau dari berbagai media lainnya.

Akan tetapi tidak semua gambar atau foto dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada sebuah proses kegiatan belajar mengajar. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar suatu foto bisa digunakan sebagai media.

Beberapa syarat foto menjadi media pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Kualitas Foto cukup memadai. Artinya kualitas artistiknya bermutu dimana gambar atau foto yang disajikan dapat terlihat dengan jelas.
  2. Foto yang digunakan memiliki ukuran yang cukup besar sehingga secara visual dapat terlihat oleh para anak didik.
  3. Foto yang digunakan sebagai media dalam proses kegiatan belajar mengajar haruslah foto yang valid. Artinya foto tersebut tidak berkaitan dengan foto hoax. Misalnya saja foto hasil editan berupa penghapusan atau penambahan objek di dalamnya.
  4. Foto yang digunakan dapat memikat perhatian anak didik. Artinya disesuaikan dengan minat anak didik serta tema dari pembelajaran yang akan diberikan.

Fungsi Dari Sebuah Media Pembelajaran

Sejatinya proses belajar mengajar adalah sebuah proses komunikasi yang terjalin antara dua pihak yang saling terlibat. Kedua pihak tersebut adalah guru sebagai tenaga pendidik serta siswa sebagai anak didik.

Arah jalur komunikasi yang terjalin adalah dari guru sebagai pemberi pesan pengajaran kepada siswa sebagai pihak penerima pesan pengajaran. 

Nah di dalam proses belajar mengajar tersebut, pesan pengajaran yang disampaikan oleh guru sebagai tenaga pendidik, terkadang mudah diterima oleh pihak penerima. Akan tetapi tak jarang pula pesan tersebut sangat sulit untuk dipahami oleh anak didik karena terlalu abstrak.

Untuk pesan-pesan yang tak mudah dipahami tersebut itulah diperlukan sarana berupa media pembelajaran. Dari sini maka Anda dapat mengambil kesimpulan, fungsi media pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Media pembelajaran adalah alat menumbuhkan motivasi belajar.

Motivasi belajar yang dimiliki anak didik akan meningkat karena pelajaran yang berlangsung jadi lebih menarik dan tak terkesan monoton. Ketika materi yang diajarkan diberikan secara atraktif maka sudah pasti akan memompa semangat belajar anak didik.

  1. Penggunaan media pembelajaran adalah jalan memahami materi.

Tak semua materi pembelajaran yang sedang diajarkan oleh guru mudah untuk dipahami oleh anak didik. Penggunaan media pembelajaran sebagai sarana akan  membuat siswa jadi lebih paham serta menguasai materi pelajaran dengan lebih baik.

  1. Media pembelajaran adalah sarana penghilang kebosanan.

Materi pelajaran yang diberikan apa adanya sudah pasti akan membuat anak didik bosan. Penggunaan media belajar membuat proses belajar menjadi lebih bervariasi, bukan sekedar penyampaian narasi secara verbal saja, sehingga siswa tak cepat bosan.

  1. Media pembelajaran adalah jembatan melakukan aktivitas lain.

Tanpa penggunaan media pembelajaran, maka proses belajar hanyalah berupa aktivitas mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru.

Namun dengan menggunakan media pembelajaran maka ada aktivitas lain yang dilakukan siswa, antara lain aktivitas mengamati, meneliti, melakukan demonstrasi dan lain-lain.

Kaitan Tahap Perkembangan Dan Media Pembelajaran

Pada dasarnya tahap perkembangan mental anak dapat dibagi menjadi 3 fase, di antaranya yaitu sebagai berikut:

  • Usia 4 tahun ke atas adalah masa anak berpikir secara intuitif. 
  • Usia 7 tahun ke atas adalah masa anak mulai berpikir secara konkrit. 
  • Usia 11 tahun ke atas adalah masa anak mulai berpikir secara mandiri. 

Proses belajar mengajar yang tepat adalah adanya penyesuaian materi yang diberikan dengan tahap perkembangan mental anak didik. Nah disinilah letak peran media pembelajaran, yaitu sebagai sarana untuk mencapai tujuan pemahaman siswa secara efektif.

Tentu saja pemahaman secara efektif tersebut dapat dilakukan dengan cara memperhatikan tahap kembang mental siswa berdasarkan fase usianya.

Contohnya, dalam menstimulasi aspek perkembangan anak usia dini maka persentase penggunaan media pembelajaran tentu saja masih sangat tinggi. Hal ini karena pada usia tersebut proses belajar anak didik harus dilakukan dengan cara belajar sambil bermain.

Sehingga Itulah mengapa proses kegiatan belajar mengajar anak usia dini harus menggunakan berbagai jenis media pembelajaran yang ada. Dengan ini guru dapat menggunakan beragam media dari media visual, media nyata, media lingkungan sekitar, media audio hingga media audio visual.

Pahamilah jika pemilihan media pembelajaran yang tepat adalah jalan tercapainya tujuan utama pada sebuah proses belajar.

Tantangan Penggunaan Media Pembelajaran

Di lain pihak penggunaan media pembelajaran di dalam kegiatan belajar mengajar ternyata menimbulkan konsekuensi bagi para tenaga pendidik. Konsekuensi yang timbul tersebut adalah adanya tantangan yang harus dihadapi oleh para tenaga pendidik.

Tantangan media pembelajaran adalah dua hal yang merupakan faktor eksternal dan internal yang harus dihadapi. Tantangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 

Tantangan Dari Faktor Internal

Tantangan yang pertama adalah tantangan yang berasal dari faktor internal, yaitu tantangan yang berkaitan dengan kemampuan serta kemauan diri tenaga pendidik di dalam penggunaan media pembelajaran.

Faktor internal yang dihadapi oleh tenaga pendidik antara lain adalah:

  • Harus mampu untuk mengubah cara berpikir agar paham pentingnya penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar.
  • Melawan rasa kemalasan di dalam diri untuk melakukan eksplorasi serta mengubah cara mengajar konvensional yang berkesan monoton serta membosankan.
  • Meyakinkan diri jika kegiatan untuk mencerdaskan anak didik pada hakikatnya adalah sama dengan kegiatan untuk mencerdaskan dirinya sendiri.
  • Mampu menguatkan diri untuk menerima perubahan yang selalu dinamis dan berlangsung secara terus menerus.
  • Mampu untuk selalu memperkuat motivasi di dalam penggunaan media belajar.
  • Mampu mengubah pandangan pemikiran jika biaya itu memang penting namun bukanlah hal yang paling penting di dalam mencapai tujuan pembelajaran. 
  • Membuang semua rasa cepat puas, sehingga tak terpaku pada penggunaan satu metode pembelajaran saja.

Tantangan Dari Faktor Eksternal

Tantangan yang dihadapi tenaga pendidik berikutnya adalah berasal dari faktor eksternal. Faktor luar yang dihadapi tenaga pendidik antara lain adalah sebagai berikut:

  • Cepatnya perkembangan teknologi yang menuntut pendidik selalu melakukan update pengetahuannya.
  • Pemikiran siswa yang semakin kritis dan tak sekedar mengiyakan apa yang disampaikan oleh tenaga pengajar.
  • Birokrasi sekolah yang cenderung berbelit.
  • Tidak terbawa pada persoalan keluarga yang sedang terjadi.

Semoga setelah membaca uraian di atas Anda paham jika media pembelajaran adalah hal utama lainnya selain penguasaan materi di dalam proses pengajaran. Kedua hal tersebut sangat berkaitan demi keberhasilan penyampaian materi pengajaran. Semoga bermanfaat!