Temper tantrum pada anak

Temper Tantrum Pada Anak-anak: Bagaimana Menghadapinya

Ketika Anda sedang berbelanja di pusat perbelanjaan atau mungkin saat Anda berjalan melewati pertokoan, tiba-tiba saja balita Anda mengamuk tidak karuan karena Anda tidak mengabulkan keinginan Anak untuk membeli barang yang dilihatnya, ini berarti Anda sedang dalam menghadapi apa yang disebut dengan temper tantrum.

Apa itu Temper Tantrum

Temper Tantrum adalah keadaan ketika seorang anak memiliki ledakan kemarahan dan frustrasi baik berupa fisik, verbal, atau keduanya.

Anak Anda mungkin bertingkah, mengganggu, dan umumnya menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan. Biasanya, mereka bertingkah seperti ini karena mereka menginginkan atau membutuhkan sesuatu yang tidak bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata.

Tantrum seringkali tidak proporsional dengan keadaan. Dengan kata lain, anak-anak bereaksi sangat berlebihan terhadap situasi yang mungkin biasa saja. Misalnya, Anda dapat memberi tahu anak Anda untuk menyimpan mainan atau menolak permintaan hadiahnya. Hal ini dapat menyebabkan meronta-ronta, berteriak dan memukul.

Apa penyebab temper tantrum pada anak?

Penyebab temper tantrum dapat meliputi:

  • Mencari perhatian.
  • Menginginkan sesuatu (seperti hadiah atau mainan).
  • Menghindari melakukan sesuatu (seperti membersihkan atau meninggalkan taman).
  • Rasa lapar.

Penyebab besar dari temper tantrum pada balita adalah konflik yang mereka rasakan. Mereka mencari pelampiasan dengan tetap menginginkan perhatian orang tua mereka. Dan karena mereka belum mampu mengendalikan emosi atau kekecewaan mereka yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan verbal mereka dalam menyampaikan apa yang mereka inginkan sehingga pelampiasannya dalam bentuk kemarahan dan amukan.

BACA JUGA :  Komunikasi Dua Arah yang Sukses dengan Anak Anda

Apa saja tanda-tanda temper tantrum?

Anak yang sedang mengalami tantrum ditandai dengan:

  • Merengek, menangis dan berteriak.
  • Menendang, memukul dan mencubit.
  • Memukul lengan dan kaki.
  • Tahan napas mereka.
  • Tegangkan tubuh mereka atau lemas.

Apa yang harus saya lakukan jika anak saya mengamuk?

Cobalah cara ini selama temper tantrum anak Anda:

Temukan pengalih perhatian:

Jika Anda merasakan mulai adanya tanda-tanda amukan, cobalah untuk mengalihkan perhatian anak Anda kepada hal lain. Melibatkan anak anda kedalam hal yang sedang anda lakukan bisa jadi mengalihkan perhatiannya.

Tetap tenang:

Begitu anak Anda sedang mengamuk, jangan mengancam, menceramahi, atau berdebat dengan mereka. Melakukan hal itu hanya membuat amukan semakin parah. Kemudian, ketika anak Anda tenang dan tenang, bicarakan dengan mereka tentang perilaku mereka sebelumnya.

Abaikan amukan:

Ini menunjukkan kepada anak Anda bahwa amukan tidak dapat diterima dan tidak akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Jaga agar tetap dalam jangkauan pandangan:

Jika Anda sedang berada di tengah keramaian toko atau tempat umum lainnya, pastikan Anda dapat melihat anak Anda (dan mereka dapat melihat Anda) setiap saat. Jika Anda merasa anak Anda mungkin menyakiti diri sendiri atau orang lain, bawalah ia menjauh dari tempat tersebut.

Jaga agar tetap aman:

Singkirkan benda berbahaya di dekat mereka. Pertimbangkan untuk menggendong anak Anda, sehingga mereka tidak melukai diri mereka sendiri. Jika anak Anda sudah di luar kendali, bawa mereka ke tempat lain sampai mereka tenang. jika perlu trik  “time-out” dapat digunakan , yaitu dengan menempatkan mereka di ruangan yang jauh dari TV dan gangguan lainnya.

Apa yang harus saya lakukan setelah temper tantrum?

Setelah amukan selesai, Anda dapat melibatkan anak Anda dalam percakapan tentang apa yang terjadi. Anda juga dapat mendiskusikan bagaimana mereka dapat menghentikan amukan terjadi lagi. Mencoba untuk:

BACA JUGA :  4 Kunci Sukses Mengajari Anak Disiplin

Tawarkan pujian untuk menenangkan diri:

Perkuat perilaku positif anak Anda dan pilihan yang baik. Anak-anak menyukai pengakuan atas perilaku yang baik. Jadilah sespesifik mungkin. Alih-alih, “Kamu sangat baik,” katakan, “Kamu melakukan pekerjaan dengan baik menggunakan suara hati kamu di toko.” Pernyataan-pernyataan ini membantu anak Anda mengetahui perilaku apa yang diharapkan dan dapat diterima.

Akui perasaan mereka:

Tunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda memahami rasa frustrasi mereka. Tawarkan bantuan. Mengakui mereka dapat membantu meredakan emosi mereka karena seringkali  anak-anak mencari perhatian dengan cara mengamuk.

Ajari anak Anda untuk melabeli emosi:

Anak-anak sering tidak memiliki kosakata yang mereka ingin sampaikan. Mereka tidak bisa mengekspresikan frustrasi, kecemburuan, kemarahan, atau kekecewaan mereka. Tantrum adalah cara mereka mengekspresikan perasaan mereka. Katakan kepada mereka kata-kata yang mereka butuhkan untuk mengekspresikan diri: “Saya melihat Anda marah sekarang. Kamu menangis, dan wajahmu merah.”

Ajari anak Anda cara menangani emosi yang kuat:

Bantu mereka mencari cara untuk mengatasi masalah tanpa menjadi kesal. Mereka akan belajar bahwa mereka dapat memecahkan beberapa masalah mereka sendiri. Mereka akan menjadi lebih mandiri dan tidak mudah mengamuk.

Berikan contoh yang baik:

Anak-anak memandang orang tua mereka, memperhatikan perilaku mereka. Modelkan strategi yang sehat saat Anda kesal atau frustrasi. Anak Anda akan mulai meniru perilaku Anda.