warna darah haid yang subur

Arti Warna Darah Haid yang Subur dan Tidak

Menstruasi setiap bulan menjadi hal yang wajar bagi setiap wanita. Meski begitu, tak semua wanita memiliki warna darah haid yang sama pada setiap siklus menstruasinya. Warna darah haid pun bermacam-macam dan menandai kesuburan. Lantas, apa warna darah haid yang subur?

Perlu diketahui bahwa masing-masing warna darah haid memiliki arti yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu memperhatikan warna darah haid setiap siklusnya. Apalagi jika warna darah haid tersebut berbeda dengan warna darah haid pertama.

Hal tersebut bisa menandai suatu kondisi tertentu yang dialami oleh tubuh Anda. Jadi penting untuk Anda mengetahui macam-macam warna darah haid pada wanita. Dengan begitu, Anda dapat lebih waspada terhadap kondisi tersebut. Lantas, apa saja warna darah haid yang subur?

Warna Darah Haid yang Subur Berwarna Apa?

Meski merupakan hal yang biasa dialami oleh setiap wanita, akan tetapi warna darah haid yang berbeda ternyata menandai kondisi yang berbeda pula.

Oleh karena itu, pastikan Anda selalu memperhatikan warna darah haid setiap siklusnya. Hal itu juga dapat membantu Anda memperhatikan kesuburan.

Lantas, apa warna darah haid yang subur? Nah, hal pertama yang perlu Anda ketahui, bahwa darah haid memiliki satu warna normal, yakni warna merah.

Meski warna darah ini juga akan berbeda sesuai dengan volume dan kekentalan darah, tetapi warna ini umumnya disebut warna darah haid yang subur.

Sebenarnya, apa yang membedakan warna darah merah ini dengan warna-warna yang lainnya? Tak perlu khawatir, karena tidak setiap warna selain merah selalu menjadi ciri-ciri darah haid penyakit. Untuk itu, kenali arti dari warna-warna darah haid berikut.

Mengenal Arti Warna Darah Haid

Faktanya, darah haid memiliki berbagai jenis yang berbeda. Darah ini dapat muncul pada satu siklus menstruasi pada wanita. Hal tersebut juga mungkin yang Anda alami. Namun, jangan sontak panik dengan hal tersebut. Kenali dulu warna darah haid berikut ini. 

1. Darah Haid Warna Merah Muda

Apakah Anda pernah mengalami menstruasi dengan warna darah haid merah muda berlendir atau cair? Tidak perlu panik, karena kondisi ini umum terjadi pada wanita haid dalam satu siklus. Darah haid merah muda ini muncul karena darah menstruasi bercampur dengan cairan serviks.

Kondisi tersebut terjadi karena kadar estrogen pada tubuh terdeteksi cukup rendah. Keadaan tersebut dapat menyebabkan beberapa risiko yang tidak bisa diremehkan. Di antaranya adalah kehilangan gairah seks, mengalami vagina kering, hingga osteoporosis. Oleh karena itu, kondisi ini tidak bisa disepelekan.

Biasanya kondisi ini dialami oleh wanita yang terbiasa berolahraga berat. Selain itu, darah warna merah muda ini biasanya terjadi pada pertengahan siklus haid. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa Anda sedang ovulasi. Sehingga wajar jika darah haid berwarna merah muda dan cair.

Selain beberapa hal di atas, kondisi rendahnya kadar estrogen pada tubuh juga dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut.

  • Anemia
  • Mengalami penurunan berat badan yang signifikan
  • Memiliki pola makan yang tidak sehat

2. Warna Haid Oranye

Nah, selanjutnya adalah warna darah haid oranye. Kondisi ini disebabkan oleh bercampurnya darah haid dengan cairan serviks. Akibatnya, warna darah normal menjadi pudar. Lantas, apakah orange merupakan warna darah haid yang subur

Selain karena sebab di atas, warna darah haid oranye ini juga bisa menjadi sebuah tanda terjadinya pendarahan implantasi.

Kondisi ini menunjukkan adanya sel telur yang telah dibuahi oleh sperma berhasil menempel di Rahim. Hal ini bisa terjadi pada selang waktu 10-14 hari setelah pembuahan.

Meski begitu, warna darah haid oranye ini juga bisa menunjukkan adanya infeksi oleh bakteri. Oleh karena itu, jika Anda mengalami darah haid ini, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter.

3. Merah Terang

Menstruasi dengan pendarahan warna merah terang ini merupakan hal yang normal. Warna darah ini juga dikenal sebagai warna darah haid yang subur. Oleh karena itu, Anda tak perlu khawatir jika kedapatan warna darah haid merah segar ini. 

Namun, Anda perlu waspada apabila darah ini muncul di antara siklus haid. Sebab, jika warna darah merah segar ini muncul sebelum tiba masa haid, maka bisa menjadi tanda adanya penyakit menular seksual. Oleh karena itu, pastikan darah ini muncul pada siklus yang teratur.

4. Warna Darah Haid Merah Tua atau Gelap

Selain warna merah segar, warna merah tua atau gelap juga bisa terjadi pada masa menstruasi. Kondisi tersebut menandakan adanya penyumbatan atau darah yang tertahan di dalam rahim. Selain itu, warna ini juga bisa menjadi tanda darah nifas. 

Biasanya, pendarahan yang satu ini akan disertai gumpalan-gumpalan darah yang cukup banyak pada tiga hari pertama masa haid.  Hal ini yang membuat warna merah menjadi lebih pekat atau gelap.

5. Warna Darah Haid Coklat

Warna darah haid coklat kehitaman ini juga sering kali dialami oleh kebanyakan wanita. Lalu, apakah coklat termasuk warna darah haid yang subur? Hal ini terjadi akibat adanya darah yang mengendap beberapa lama di dalam rahim. Oleh karena itu, Anda tak perlu khawatir dengan kondisi ini.

Pasalnya, darah coklat tersebut merupakan sisa-sisa dari menstruasi pada siklus sebelumnya. Biasanya warna ini muncul pada hari-hari terakhir masa haid. Selain itu,, darah coklat ini juga bisa muncul pada haid terakhir sebelum hamil. Hal ini disebut sebagai pendarahan implantasi.

Meski begitu, berbeda dengan darah haid, pendarahan implantasi cenderung lebih sedikit dan hanya dalam bentuk bercak-bercak. Oleh karena itu, jika mengalami hal ini, sebaiknya Anda segera konsultasi ke dokter.

6. Warna Darah Haid Hitam

Warna darah haid hitam ini juga sering dialami oleh sebagian besar wanita. Hal ini sering terjadi pada masa-masa terakhir haid. Hal ini disebabkan oleh lamanya waktu darah tersebut untuk keluar. Sehingga warna darah yang keluar tak lagi merah, melainkan coklat kehitaman. 

Selain itu, warna darah ini juga bisa terjadi ketika seorang wanita mendekati masa menopause atau tidak lagi menstruasi. Jadi, warna darah haid yang satu ini bisa dibilang normal terjadi pada wanita. 

Bagaimana Ciri-Ciri Warna Darah Haid yang Tidak Normal?

Anda dapat mengetahui ciri-ciri darah haid yang tidak normal ketika perubahan warna disertai dengan beberapa gejala tertentu. Seperti sebagai berikut.

  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Siklus haid yang kurang dari 21 hari atau lebih dari 38 hari
  • Darah keluar pada siklus menstruasi
  • Volume darah yang banyak dan bau tak sedap
  • Vagina yang gatal

Itulah beberapa arti darah haid yang perlu Anda ketahui. Sehingga Anda dapat membedakan warna darah haid dan penyakit. Dengan begitu pula Anda tak perlu bingung lagi warna darah haid yang subur dan tidak.